ITS beri pelatihan RTH untuk siswa hingga praktisi

Cetak

berita-beritadotcom (Surabaya, Jawa Timur): Tingginya tingkat polusi terutama di perkotaan membutuhkan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai untuk membantu menyerap polusi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Jurusan Teknik Lingkungan ITS memberikan pelatihan tentang bagaimana merencanakan, merancang dan memelihara infrastruktur RTH dan sanitasi permukiman pada Selasa (02/04/2013).

Pelatihan tersebut ditujukan kepada pelajar, mahasiswa, konsultan permukiman atau tata kota dan para praktisi. Diharapkan, semua pihak bisa merancang RTH di wilayah masing-masing.

“Pelatihan ini kami tujukan kepada siswa hingga praktisi agar mendapat pengetahuan sejak dini tentang pentingnya RTH dan bagaimana menciptakannya dengan baik dan benar,” ujar Alia Damayanti ST MT PhD, dosen Teknik Lingkungan salah satu pemateri pelatihan yang dihelat di Ruang Sidang Jurusan Teknik Lingkungan ITS.

Pelatihan semacam ini dharapkan bisa ditularkan ke pihak-pihak lain sehingga pengetahuan untuk mencipatkan ruang terbuka hijau semakin menyebar di masyarakat. Juga diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga hijaunya lingkungan.

Salah satu pemateri, Ir. Irwan Bagyo Santoso MT, memaparkan tentang perhitungan evaluasi ruang terbuka hijau perkotaan. Menurut ia, yang disebut RTH adalah semua penampakan hijau yaitu area atau lahan yang berisikan tanaman hijau. Fungsi RTH sebagai produsen oksigen dan reservoir air.

Irwan menerangkan sejumlah rumus dalam perhitungan kawasan RTH yang layak untuk wilayah perkotaan. Mulai dari rumus menghitung kinerja ruang hijau sebagai reservoir air atau pun rumus RTH sebagai penghasil oksigen. Ia menekankan, produksi oksigen harus sesuai dengan kebutuhan sekitarnya.

Dalam paparan materinya, Alia memberikan sejumlah trik dalam memilih tanaman yang baik untuk RTH berdasarkan beberapa pertimbangan. Tujuannya agar tanaman dapat tumbuh baik dan dapat menanggulangi masalah lingkungan antara lain pertimbangan dari aspek hortikultural dalam pemilihan jenis tanaman serta aspek arsitektural dan artistik visual guna menunjang estetika urban design.

Berdasarkan fungsinya dalam lansekap secara umum, tanaman berfungsi sebagai pengontrol pemandangan (visual control), penghalang secara fisik (physical barriers), pengontrol iklim (climate control), pelindung dari erosi (erotion control), dan memberikan nilai estetika (aesthetics values).

“Tanaman atau pohon yang ditanam untuk RTH harus memberikan efek positif dan bisa mengisi space dengan baik,” ujar Alia.

Pemateri lain, Prof. Dr. Ir. Sarwoko Mangkoedihardjo MscES, mengatakan bahwa dalam memilih lahan untuk RTH di Surabaya sebaiknya yang menyebar dari utara ke selatan. Hal ini berkaitan dengan arah angin di Surabaya yang kebanyakan bertiup dari barat ke timur.

“Ini untuk memfilter polusi yang terbawa angin sehingga bisa membantu menetralkan udara di sekitarnya,” papar guru besar Teknik Lingkungan ITS ini. (natalia)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.