2015, Investor Indonesia andalkan hoki

Cetak

berita-beritadotcom: Investor Indonesia dalam pengambilan keputusan investasi, mengandalkan faktor keberuntungan. Ini menurut hasil riset terbaru dari Manulife. Demikian Putut E Andanawarih, Director of Business Development, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (5/3).

 

Putut bersama Nur Hasan Kurniawan, Chief of Employee Benefits, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, memaparkan hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) ke-8.

 

Dengan mengandalkan faktor hoki , kata Putut, investor Indonesia berharap dapat meraih imbal hasil investasi sebesar 14,5 persen di tahun 2015, walaupun 68 persen investor akan menyimpan dananya pada tabungan atau deposito.

 

Investor Indonesia mengandalkan ‘faktor keberuntungan’ untuk mendapatkan imbal hasil investasi 14,5 persen. Sebanyak 81 persen investor Indonesia mengatakan bahwa mereka puas dengan imbal hasil investasi mereka di tahun 2014, yang ditempatkan pada tabungan atau deposito, properti dan asuransi. Jumlah investor yang puas ini lebih tinggi dibandingkan dengan di negara Asia lainnya.

 

Namun, ketika ditelusuri lebih lanjut, alasan di balik kepuasan tersebut menunjukkan suatu pola yang mengkhawatirkan. Lebih dari setengah investor yang merasa puas (54 persen) mengaitkan kesuksesan mereka dengan ‘faktor keberuntungan’, sementara lebih dari seperempat investor mengaitkannya dengan alasan ‘kejadian yang tidak terduga’. Tidak terlihat adanya indikasi pengambilan keputusan investasi yang berdasarkan keahlian yang mumpuni.

 

Sebagai perbandingan, di negara-negara Asia lainnya, para investor yang merasa puas mengaitkan kesuksesan mereka dengan pengelolaan investasi yang bijaksana, termasuk secara aktif melakukan rebalancing dan diversifikasi portofolio serta mengambil risiko dalam jumlah yang tepat.

 

Investor Indonesia juga paling bullish ketika ditanya tentang proyeksi imbal hasil investasi di tahun 2015. Hampir seperempat investor (24 persen) berharap mendapatkan imbal hasil investasi sebesar 20 persen atau lebih, dan secara rata-rata investor Indonesia mengharapkan imbal hasil investasi sebesar 14,5 persen, jauh di atas angka investor di Asia yang mengharapkan 10,2 persen.

 

Namun demikian, 68 persen investor Indonesia berencana untuk terus menambah porsi dana tunai selama enam bulan ke depan, dan 56 persen ingin menambah porsi investasi di properti.

 

“Porsi alokasi yang besar pada tabungan/deposito dan properti sebenarnya tidak sejalan dengan harapan investor yang menginginkan imbal hasil investasi sebesar 14,5 persen di tahun 2015,” jelas Putut E Andanawarih.

 

“Tingkat suku bunga deposito di Indonesia saat ini hanya setengahnya, yaitu sekitar 7-8 persen dan menurut pemerintah Indonesia akan ada kenaikan inflasi sebesar 3-5 persen pada tahun 2015, yang artinya imbal hasil dari simpanan di bank akan jauh lebih rendah,” tambahnya.

 

Paling percaya diri di Asia

 

Sementara itu, Nur Hasan Kurniawan, Chief of Employee Benefits, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menjelaskan, tingkat kepercayaan diri investor Indonesia paling tinggi dibandingkan investor-investor lainnya di Asia. Sebanyak 85 persen investor puas dengan kondisi finansial mereka saat ini, 69 persen merasa kondisi mereka saat ini lebih baik daripada dua tahun lalu, bahkan 73 persen percaya bahwa kondisi keuangan mereka akan lebih baik dalam dua tahun ke depan.

 

Optimisme para investor juga terlihat ketika ditanya tentang pandangan mereka terhadap kondisi finansial generasi berikutnya. Sebanyak 80 persen percaya bahwa kondisi finansial anak-anak mereka akan menjadi jauh lebih baik dan 72 persen mengatakan bahwa mereka akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik pada usia pensiun. Dengan persentase tertinggi di Asia, investor Indonesia juga yakin bahwa masa sekarang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi.

 

“Pandangan positif investor terhadap situasi finansial mereka dan anak-anak mereka menggambarkan optimisme masyarakat Indonesia terhadap kehidupan pada umumnya serta merefleksikan ekspektasi yang tinggi terhadap kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera di masa depan”, ujar Nur Hasan Kurniawan.

 

“Namun demikian, masyarakat Indonesia perlu mengingat bahwa kondisi yang baik tidak mungkin berlangsung terus-menerus, bahkan di tengah-tengah perekonomian Indonesia yang sedang bertumbuh. Tingkat inflasi, perubahan harga minyak, kenaikan tingkat suku bunga dan potensi berkurangnya investasi dan aliran modal akibat penguatan dolar AS, menghadirkan tantangan yang lebih berat, dan tantangan tersebut harus dikelola dengan baik”.

 

Kendati kinerja investasi mengkilap, sentimen investor mengalami penurunan akibat pelemahan ekonomi

 

Secara keseluruhan, indeks sentimen investor di Indonesia turun 14 poin ke angka 50 pada kuartal keempat tahun 2014, yang diperkirakan akibat dampak pengurangan subsidi BBM yang diimplementasikan pada November 2014. Kendati turun cukup jauh, angka tersebut masih lebih tinggi daripada rata-rata sentimen di Asia yang merosot hingga angka 26, dan sedikit lebih rendah dari rata-rata sentimen di Indonesia dalam dua tahun terakhir yang berada pada angka 51,5.

 

Kepercayaan investor terhadap reksa dana dan saham turut anjlok, masing-masing turun 37 poin untuk reksa dana (ke skor indeks 0), dan turun 20 poin untuk saham (ke skor indeks 8). Namun demikian, sentimen terhadap dana tunai relatif stabil dan naik 1 poin menjadi 87, sedangkan sentimen terhadap rumah tempat tinggal dan properti lainnya mengalami sedikit penurunan, masing-masing berada pada skor indeks 81 dan 79.

 

Mengomentari mengenai apa yang dapat dilakukan oleh investor untuk meraih target ambisius mereka di tahun 2015, Putut mengatakan, dengan menguatnya ekonomi domestik dan juga dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang akan berjalan dengan pesat di tahun 2015, dia menyarankan agar para investor dapat memanfaatkan peluang investasi lainnya, diluar dari yang selama ini mereka pahami, seperti alternatif investasi di reksa dana saham atau reksa dana pendapatan tetap. Penasihat keuangan dapat membantu memberikan arahan mengenai cara untuk membangun portfolio dengan memanfaatkan beragam kelas aset untuk lebih meningkatkan potensi imbal hasil investasisekaligus menurunkan potensi risiko. (her)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.