berita 2. com (Kendari, Sultra): Hampir semua Kantor Pelayanan Publik, pusat perbelanjaan, Rumah Sakit sementara kosong waktu jeda gempa 6.0 SR di Kendari pada Senin 25 April 2011. Sekolah-sekolah diliburkan sementara, takut akan gempa susulan.
Ini terlihat dibeberapa Sekolah yang mengadakan Ujian Nasional khususnya Sekolah Menengah Pertama. Belum lagi beredar isu akan terjadi tsunami melalui pesan singkat SMS, semakin membuat orang-orang panik dan mencoba mencari tempat yang lebih tinggi dan aman.
"Saya, imbau kepada masyarakat Kota Kendari agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan serta jangan lansung percaya dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab akan ada tsunami..semua itu tidak benar." Kata Abd. Razak, Ketua DPRD Kota Kendari, yang ditemui diKantornya
Gempa tersebut terjadi pukul. 07. 11" wita, disertai susulan Lima kali sekitar pukul. 07.13" (yang paling kuat) dan pukul. 07. 23" wita. Goncangan gempa tersebut juga sangat dirasakan diKab. Konawe, Kab. Konut dan Kab. Bombana
Menurut, Heri, warga Desa Wawoluri, Kec. Sawa, Kab. Konut. yang dihubungi melalui Via Telepon, mengatakan bahwa "Kami sangat kaget dan panik ketika gempa tersebut mengguncang, orang-orang pada berlarian tak ketinggalan masyarakat tetangga desa kami (Desa Motui) didekat pesisir pantai pada lari menyelamatkan diri..kegunung."
Ditempat terpisah, Marlita, diKota Unaaha Kab. Konawe, melalui Via telepon juga, mengungkapkan bahwa "Ketika terjadi gempa, kami panik dan berhamburan keluar karena takut tempat tinggal kami akan roboh." Dengan nada takut.(syahruddin)















forum bebas tanpa batas
facebook 
