berita2.com (Kendari, Sultra): Dalam menunjang kinerja Pengawasan Pemilu untuk Pilkada Kota Kendari 2012, dalam hal ini Panwaslukada Kota Kendari akan melakukan langkah-langkah komperhensif diantaranya pembentukan Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Kelurahan, pembekalan berupa Bintek (bimbingan theknis) pengawasan secara berkala serta Pendidikan Pemilu kebeberapa stekholder Pemilukada Kota Kendari.
“Dengan terbentuknya Panitia Pengawas Pemilukada disetiap tingkatan, maka dalam setiap kinerjanya harus dapat menunjukkan integritas dan profesionalitas masing-masing. Walaupun kedepannya ada beberapa variabel-variabel yang berpotensi menghambat pelaksanaan Pilkada seperti yang terjadi dibeberapa daerah lainnya, hal tersebut kami sudah antisipasi.” Menurut Arafat, SE. MM, yang ditemui diruang kerjanya, baru-baru ini.
“Pengawasan Pilkada Kota Kendari kali ini akan berbeda dibanding Pilkada-pilkada yang sebelumnya. Panwaslukada kota kali ini akan menjadi percontohan yang baik diantaranya akan berkerjasama dengan Lembaga Pemantau Pilkada dalam menjalankan pengawasan serta pembentukan fasilitas berupa Posko Panwas Lapangan disetiap Kelurahan untuk mempermudah kinerja khususnya dalam mengakomodir adanya laporan-laporan Pelanggaran Pilkada.” Ujar, Arafat
Anggota Panwaslukada Kota kendari 2012 sebanyak Tiga orang, yang dibantu oleh pihak Sekretariat dalam pengurusan Administrasi serta ditunjang adanya Tim Asistensi sebanyak Empat orang yang akan membantu Panwaslukada Kota dalam mengkaji dan mengolah laporan-laporan pelanggaran Pilkada. Serta dibantu oleh Panwas Kecamatan sebanyak 30 (Tiga Puluh) orang diSepuluh Kecamatan, Sekota Kendari.
“Untuk Pilkada kali ini, Tidak akan ada kompromi bagi para pelanggar-pelanggar Pilkada khususnya calon-calon yang menggunakan kekuasaan serta wewenang dalam memobilisasi massa secara massif dan terstruktur.” Kata Joko Purnomo, salah satu anggota Panwaslukada Kota
“Kita perlu berikan apresiasi dan dukungan terobosan Panwaslukada Kota dalam menjalankan pengawasan, karena Pilkada kali ini sangat beresiko sebab intensitas psikologisnya sangat tinggi. Seperti yang terjadi didaerah-daerah lain, maka perlu berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan dan tindakan.” Ujar, Sa’hir, salah seorang aktivis Jaringan Pilkada Bersih-Sultra> (syahruddin)
















forum bebas tanpa batas
facebook 
