berita2.com (Kupang, NTT): Pendapatan peternak sapi di wilayah daratan Timor Nusa Tenggara Timur dalam tujuh tahun terakhir ini mencapai sekitar Rp.28,590 miliar dari usaha penggemukan sekitar 25.747 sapi bantuan Pusat Koperasi Unit Desa di wilayah itu.
”Pendapatan tersebut merupakan akumulasi dari program usaha penggemukan ternak sapi oleh kelompok di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu,” kata Direktur Utama Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) NTT, Benny Subagyo, di Kupang, Selasa 22 Februari 2011.
Dia menyebutkan, di Kabupaten Kupang terdapat tujuh kecamatan dan 29 desa yang bekerja sama dengan Puskud dalam program ini. "Di kabupaten ini terdapat 85 kelompok dengan jumlah anggota mencapai 3.356 orang," katanya.
Sementara di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terdapat delapan kecamatan dengan 27 desa dan 57 kelompok dan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terdapat tiga kecamatan dan delapan desa serta Kabupaten Belu terdapat empat kecamatan dengan tujuh desa.
"Total anggota kelompok dari empat kabupaten yang menerima ternak sapi dari Puskud mencapai 7.114 orang," katanya.
Dia mengatakan total 25.747 ternak yang disalurkan ke empat kabupaten masing-masing ke Kabupaten Kupang, sebanyak 18.795 ekor, Kabupaten TTS sebanyak 5.136 ekor, Kabupaten TTU sebanyak 911 ekor dan Belu sebanyak 945 ekor.
Jumlah itu, jelasnya, yang sudah terjual sebanyak 21.919 ekor dalam kurun waktu antara 10 bulan hingga satu tahun. Setelah mencapai waktu tersebut, peternak menjual dengan sistem bagi hasil 70 persen milik peternak, sementara 30 persen untuk Puskud dan setiap peternak mendapat keuntungan rata-rata Rp1,3 juta.
Program kerja sama ini, tambahnya, dampaknya cukup dirasakan yaitu dimana kesejahteraan masyarakat meningkat dan sukses menyekolahkan anak-anak mereka hingga perguruan tinggi.
"Program ini sangat menolong, karena sebelumnya tidak punya rumah permanen, kini rata-rata telah memiliki rumah permanen, termasuk mendapat keuntungan untuk biaya sehari-hari dan biaya kesehatan," katanya.
Selain itu, program ternak ini juga telah membantu program pemerintah NTT yang ingin menjadikan daerah kepulauan ini sebagai Provinsi Ternak dan menjadi daerah penyanggah kebutuhan daging nasional pada tahun 2014.
Dia berhatap para tahun-tahun mendatang keuntungan peternak semakin berlipat ganda dan harapan NTT menjadi provinsi ternak terwujud pada waktunya. Karena semua pihak perlu berpartisipasi mendorong dan mendukung program ini.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
















forum bebas tanpa batas
facebook 
