berita-beritadotcom (Kefamenanu, NTT): Berbagai cara dilakukan siswa SMU/SMK dalam rayakan kelulusan SMU sederajat di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT sabtu siang, sejumlah siswa yang dinyatakan lulus ujian merayakannya dengan cara mencoret baju seragam sambil berkonvoi gunakan sepeda motor, dianggap mengganggu arus lalu lintas, polisi akhirnya mengejar dan menagkap belasan siswa berikut sepeda motornya.
Aksi kejar-kejaran dengan polantas dengan sejumlah siswa berlangsung di sepanjang jalur Jalan Eltari Kefamenanu sejauh lima kilometer, sejumlah siswa yang mengetahui kedatangan polisi langsung membelok arah sementara lainnya lari bersembunyi di rumah warga.
Dari aksi kejar-kejara itu, polisi berhasil menjaring belasan sepeda motor milik siswa yang digunakan melakukan konvoi, siswa yang terjaring itu kemudian menjalani pemerikaan intensif di kantor polisi, kebanyakan siswa yang terjaring itu dalam keadaan mabuk serta berkendara ugal-ugalan.
Sebagian siswa dari 246 siswa yang tidak lulus ujian tahun ini terlihat pasrah dan memilih menegak minuman beralkohol di sekitar sekolah mereka agar menghilangkan rasa penyesalan mereka lantaran tidak lulus.
Kepala sekolah SMK Warta Bakti Kefamenanu, mengancam siswa yang kedapatan mencoret baju seragam akan didenda sejumlah uang, pihak sekolah berharap baju seragam itu bisa diberikan untuk adik kelas yang masih mebutuhkan.
“Siswa yang kedapatan mencoret baju seragam, kita akan denda sebesar Rp.250.000, saat mereka ambil ijazah nanti, tradisi ini kita buat agar siswa menghargai seragam sekolah.”Kata Stefanus Nautu, Kepala sekolah SMU Warta Bakti Kefamenanu, (26/05)
Dari 16 Sekolah SMK-SMA di Timor Tengah Utara, tercatat, 246 siswa tidak lulus ujian, sementara prosentasi kelulusan tingkat propinsi, tercatat NTT menempati urutan terkahir prosentasi kelulusan dari 33 propinsi di Indonesia.(sebe)















forum bebas tanpa batas
facebook 
