berita-beritadotcom (Kefamenanu, NTT): Jutaan ekor hama belalang serang tanaman padi petani di Desa Naen Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT, para petani terancam gagal panen, belalang memakan batang padi hingga bulirnya, para petani mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah, serangan hama belalang ini terjadi secara sporadis, upaya warga mengusir dengan menggelar ritual adat.
Petani sawah tadah hujan di Desa Naen, Kecamatan Kota Kefamenanu ini hanya mampu mengusir jutaan ekor hama belalang dalam areal persawahan mereka dengan peralatan seadanya, hama belalang ini memakan habis batang padi yang masih hijau hingga bulir padi yang baru mulai bertumbuh.
Para petani kewalahan menghalau jutaan ekor hama belalang, walapun sudah dilaporkan pada Dinas Pertanian setempat, bantuan pestisida pembasmi hama belalang belum juga tiba, padahal sudah sepekan, upaya sementara warga melakukan ritual adat.
“Sementara menunggu pestisida, upaya setiap hari, kami buat ritual adat, agar belalang bisa pergi, kami pasti gagal panen, hingga saat ini belum panen saja kami sudah rugi belasan juta.”Kata Yosep Metboki, petani sawah tadah hujan di Desa Naen, Kamis siang, (24/05/2012)
Serangan hama belalang ini sudah berlangsung selama sepekan, serangan hama ini terjadi secara sporadis serta berpindah-pindah, luas lahan padi pada areal persawahan desa itu yang habis dilahap belalang, diperkirakan puluhan hektar, petani terancam gagal panen dan merugi ratusan juta rupiah.
Hama belalang ini juga sebelumnya memakan habis tanaman padi petani di pantai utara Desa Ponu, kecamatan Biboki Selatan, sementara di Desa Ekafalo, Kecamatan Biboki Utara, hama belalang ini menyerobot masuk hingga perumahan warga setempat.(sebe)
















forum bebas tanpa batas
facebook 
