berita-beritadotcom (Kefamenanu, NTT): Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (GARDA) Timor Tengah Utara (TTU), NTT mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Timor Tengah Utara untuk mencopot kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati sebab dinilai kepemimpinan mereka saat ini tidak syah dan illegal.
“Kami minta bapak-bapak dewan segera menggelar sidang menonaktifkan Raymunduz dan Alo Kobes dari jabatan bupati dan wakil sebab saat ini kami bawa berita acara eksekusi Surat Keputusan KPUD nonmor 18 dan 19.” Teriak ratusan massa GARDA kepada belasan anggota DPRD di Kefamenanu, jumat, (06/07).
Ratusan Massa GARDA mendampingi Ferdy Meol guna menyerahkan Berita acara Eksekusi SK KPUD nomor 18 dan 19 kepada DPRD TTU siang tadi, sementara sidang eksekusi surat putusan itu berlangsung kemarin Kamis Tanggal 5 juli 2012 jam 11.00 Wita di PTUN Kupang Jalan Palapa no.16 A. Kupang.
Salah satu poin dalam berita acara eksekusi itu menyatakan ketidakhadiran Ketua KPUD timor Tengah Utara dalam sidang itu merupakan tindakan pelanggaran Hukum, sementara poin lainnya menyatakan KPUD tidak taat perintah Presiden melalui surat mensesneg yang dikeluarkan 5 April lalu.
Isi dari SK KPUD TTU nomor 18 dan 19 yang disengketakan antara Fredy Meol dengan KPUD Timor Tengah Utara antara lain, penetapan nomor urut dan penetapan nama pasangan calo Bupati Timor Tengah Utara periode 2010-2015.
Usai menyerahkan Berita acara eksekusi putusan itu kepada limabelas Anggota Dewan yang hadir siang tadi, ratusan massa GARDA bersama Fredy Meol dan dua oaring kuasa hukumnya asal Jakarta berkonvoi keliling Kota Kefamenanu.
Sebelumnya, Fredy Meol, bakal calon Bupati Timor tengah Utara periode 2010-2015 dianulir KPUD TTU dengan alasan tidak memenuhi criteria, Fredy meol kemudian mengugat KPUD di PTUN Kupang, PTTUN Surabaya dan menang dalam perkara sengketa administrasi Pemilukada.
Saat itu, proses gugatan dari Fredy Meol dan proses pemilukadapun tetap berjalan, sekalipun Fredy meol menang gugatan di PTUN Kupang seminggu sebelum pencoblosan serta menang gugatan di PTTUN Surabaya sebelum pelantikan Bupati, namun hal itu diabaikan KPUD setempat.
Lantaran masih tetap kalah melawan Fredy Meol, KPUD setempat melakukan kasasi ke MA Repoblik Indonesia namun kasasi itu tidak dikabulkan, bahkan surat perintah Presiden melalui mensesneg kepada KPUD Timor Tengah Utara juga tidak digubris.
Penasehat GARDA Timor Tengah Utara menilai, dengan dieksekusinya, SK KPUD TTU nomor 18 dan 19 dengan sendirinya tidak ada pemilukada artinya pemimpin daerah saat ini belum ada.” Setelah SK nomor 18 dan 19 dieksekusi kemarin artinya tidak ada Bupati dan Wakil Bupati, sebab proses saat itu illegal.”Kata Paulus Modok, di Kefamenanu, jumat siang.(SEBE)
NTT
Bupati TTU diminta dicopot
Rayakan kelulusan, berakhir di Kantor Polisi
berita-beritadotcom (Kefamenanu, NTT): Berbagai cara dilakukan siswa SMU/SMK dalam rayakan kelulusan SMU sederajat di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT sabtu siang, sejumlah siswa yang dinyatakan lulus ujian merayakannya dengan cara mencoret baju seragam sambil berkonvoi gunakan sepeda motor, dianggap mengganggu arus lalu lintas, polisi akhirnya mengejar dan menagkap belasan siswa berikut sepeda motornya.
Aksi kejar-kejaran dengan polantas dengan sejumlah siswa berlangsung di sepanjang jalur Jalan Eltari Kefamenanu sejauh lima kilometer, sejumlah siswa yang mengetahui kedatangan polisi langsung membelok arah sementara lainnya lari bersembunyi di rumah warga.
Dari aksi kejar-kejara itu, polisi berhasil menjaring belasan sepeda motor milik siswa yang digunakan melakukan konvoi, siswa yang terjaring itu kemudian menjalani pemerikaan intensif di kantor polisi, kebanyakan siswa yang terjaring itu dalam keadaan mabuk serta berkendara ugal-ugalan.
Sebagian siswa dari 246 siswa yang tidak lulus ujian tahun ini terlihat pasrah dan memilih menegak minuman beralkohol di sekitar sekolah mereka agar menghilangkan rasa penyesalan mereka lantaran tidak lulus.
Kepala sekolah SMK Warta Bakti Kefamenanu, mengancam siswa yang kedapatan mencoret baju seragam akan didenda sejumlah uang, pihak sekolah berharap baju seragam itu bisa diberikan untuk adik kelas yang masih mebutuhkan.
“Siswa yang kedapatan mencoret baju seragam, kita akan denda sebesar Rp.250.000, saat mereka ambil ijazah nanti, tradisi ini kita buat agar siswa menghargai seragam sekolah.”Kata Stefanus Nautu, Kepala sekolah SMU Warta Bakti Kefamenanu, (26/05)
Dari 16 Sekolah SMK-SMA di Timor Tengah Utara, tercatat, 246 siswa tidak lulus ujian, sementara prosentasi kelulusan tingkat propinsi, tercatat NTT menempati urutan terkahir prosentasi kelulusan dari 33 propinsi di Indonesia.(sebe)
Petani usir belalang dengan ritual adat
berita-beritadotcom (Kefamenanu, NTT): Jutaan ekor hama belalang serang tanaman padi petani di Desa Naen Kefamenanu, Timor Tengah Utara, NTT, para petani terancam gagal panen, belalang memakan batang padi hingga bulirnya, para petani mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah, serangan hama belalang ini terjadi secara sporadis, upaya warga mengusir dengan menggelar ritual adat.
Petani sawah tadah hujan di Desa Naen, Kecamatan Kota Kefamenanu ini hanya mampu mengusir jutaan ekor hama belalang dalam areal persawahan mereka dengan peralatan seadanya, hama belalang ini memakan habis batang padi yang masih hijau hingga bulir padi yang baru mulai bertumbuh.
Para petani kewalahan menghalau jutaan ekor hama belalang, walapun sudah dilaporkan pada Dinas Pertanian setempat, bantuan pestisida pembasmi hama belalang belum juga tiba, padahal sudah sepekan, upaya sementara warga melakukan ritual adat.
“Sementara menunggu pestisida, upaya setiap hari, kami buat ritual adat, agar belalang bisa pergi, kami pasti gagal panen, hingga saat ini belum panen saja kami sudah rugi belasan juta.”Kata Yosep Metboki, petani sawah tadah hujan di Desa Naen, Kamis siang, (24/05/2012)
Serangan hama belalang ini sudah berlangsung selama sepekan, serangan hama ini terjadi secara sporadis serta berpindah-pindah, luas lahan padi pada areal persawahan desa itu yang habis dilahap belalang, diperkirakan puluhan hektar, petani terancam gagal panen dan merugi ratusan juta rupiah.
Hama belalang ini juga sebelumnya memakan habis tanaman padi petani di pantai utara Desa Ponu, kecamatan Biboki Selatan, sementara di Desa Ekafalo, Kecamatan Biboki Utara, hama belalang ini menyerobot masuk hingga perumahan warga setempat.(sebe)
ABG perawan desa disetubuhi pejabat PNS gadungan
berita-beritadotcom (Kefamenanu, NTT): Seorang perawan desa yang masih ABG berusia 14 sebut saja namanya Melati, siswi SMP, asal Desa Haulasi, Kecamatan Miomafo Barat, NTT, Jumat pagi (25/5/2012), ditemani kedua orangtuanya, melaporkan aib yang menimpa dirinya ke kantor Polres Timor Tengah Utara. Saking nafsunya, pria itu mengunting celana dalamnya agar bisa segera menyetubuhnya.
Kedua orangtua melaporkan aib yang menimpa anaknya, setelah mendengar berita dari mulut ke mulut kalau calon menantunya ditangkap polisi tanggal 14 Mei lalu karena ketahuan menipu warga berkekok PNS gadungan.
Saat datang melapor, Melati membawa serta barang bukti berupa, seragam dinas PNS warna cokelat, bersama celana dalam korban yang digunting tersangka ketika memaksa korban melakukan hubungan badan.
Kisah, Melati, awal pertama bertemu, pelaku mengaku seorang pejabat, lalu ingin menginap sebentar di rumah orangtuanya, sejak awal maret hingga pelaku berkenalan dan berlanjut 'ukur badan', isilah masyarakat setempat untuk hubungan badan.
Saat berada di Kantor Polisi, Kedua orang tua Melati menuturkan, tak bisa berbuat banyak saat itu, sebab warga sekampung bersama ketua RT takluk karena terancam dihabisi nyawa mereka bila melapor ke Polisi.
Apalagi, Agustina Kenjam, ibu kandung korban merasa takut melaporkan perbuatan oknum PNS Gadungan, Yosep Talelu (55) kepada pihak kepolisian karena takut yang bersangkutan seorang pejabat besar.
"Dia larang anak saya ikut kegiatan di sekolah. Dia juga suruh anak saya berhenti sekolah. Kasihan anak saya. Dia terpaksa harus kawin padahal anak saya baru kelas satu SMP, saya mau lapor polisi takut karena diancam" Tutur Agustina, ibu kandung korban, di kantor Polisi.
Kepada Polisi, Melati yang masih ingusan itu, mengaku telah berulang kali berhubungan badan dengan pelaku setiap malam sejak awal maret hingga sehari sebelum tertangkap polisi.
"Kami sudah berulang kali berhubungan badan. Mulai dari sebelum Paskah sampai sehari sebelum dia ditangkap. Kami melakukannya di rumah orangtua saya setiap malam karena dia tinggal di rumah orangtua saya.” ungkap Melati.
Sementara ini Melati, karena malu, tepaksa putus sekolah, diduga telah hamil, sebab menurut pengakuan ibu kandungnya, sejak berkenalan dengan PNS gadungan itu, anaknya tidak lagi datang bulan lagi.
Hingga saat ini, kasusnya sedang diproses, sedangkan Yosep Talelu (55) PNS gadungan itu, sudah mendekam dibalik terali besi pada tanggal 14 Mei 2012 lalu dengan tuduhan menipu duit warga, saat itu, ia mengaku sebagai petugas penyalur dana Hibah untuk sejumlah kios kecil.(sebe)
Jabatan terancam, Bupati galang tandatangan PNS
berita-beritadotcom (Kefamenanu.NTT) Bola panas kisruh Pemilukada masih terus menghantui warga Timor Tengah Utara, NTT, belakangan ini, warga diresahkan dengan beredarnya surat pernyataan dukungan politik kepada Bupati Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes.
Tidak saja warga, semua instansi pemerintah dan 175 desa/kelurahan yang ada di wilayah kabupaten setempat. Mulai resah, lantaran ada petugas yang menyodorkan sehelai kertas, guna didatangani surat pernyataan dukungan kepada pimpinan daerah setempat.
"Sejak akhir pekan lalu saya mendapat SMS dan telpon dari banyak PNS bahwa mereka ketakutan kalau tidak tanda tangan surat pernyataan dukungan kepada kepemimpinan bupati-wakil bupati sekarang,"ungkap Direktur LAKMAS Cendana Wangi NTT, Victor Manbait di Kefamenanu, Senin (14/5).
Menurut dia, sebelumnya dirinya ditelpon oleh seorang PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU bahwa di lembaganya sedang diedarkan surat pernyataan mendukung pemerintahan Bupati Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes.
Dikatakan sesuai pengakuan PNS dimaksud, kondisi psikologis sebagian PNS di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut berada dalam keadaan ketakutan sehingga terpaksa menandatangani surat pernyataaan dukungan politik kepada kepemimpinan bupati-wakil bupati sekarang.
"Barusan ada seorang PNS di lingkup Dinkes telphon saya, dengan suara perlahan dia bilang, pak ini kami dikasih surat mau tanda tangan ini dan kami takut sambil bilang ulang-ulang ke saya agar namanya jangan disebut,"Jelas mantan Ketua Panwaslukada TTU itu.
Menanggapi peristiwa ini, Victor menilai kegiatan politik yang sedang dibangun tim sukes paket Dubes saat ini merupakan tindakan yang tidak terhormat dan mengganggu kenyamanan PNS untuk melaksanakan tugas pelayanan kepada publik dengan penuh rasa nyaman tanpa tekanan dari pihak manapun sesuai sumpah Sapta Prasetya Korpri sebagai pelayan masyarakat bukan pelayan penguasaan atau kekuasaan.
Fiktor meminta para PNS maupun warga masyarakat di desa/kelurahan se-TTU agar tidak terjebak dalam perilaku-perilaku oknum birokrat yang menarik masuk PNS dalam urusan politik. Ia meminta para PNS yang merasa kenyamanannya terganggu dengan ulah tim sukses (PNS-red) di wilayah itu untuk melaporkan peristiwa itu ke Mendagri maupun Menpan.
"Itu kegiatan konyol, saya harap dihentikan sebelum dilaporkan ke polisi karena meresahkan masyarakat khususnya PNS,"tegas Victor.
Sejumlah PNS ini mengakui terpaksa menandatangani surat dukungan politik tersebut karena format tersebut diedarkan langsung oleh atasannya.
"Kalau kami tidak tanda tangan nanti ketahuan bahwa kami tidak mendukung kepemimpinan bupati dan wakil bupati sekarang, jadi kami tanda tangan saja meski bertentangan dengan suara hati,"ungkap PNS tersebut seraya meminta agar namanya tidak dikorankan.
Menurut informasi yang diperoleh, pada hari rabu (16/05) ini, ratusan PNS Timor Tengah Utara yang telah menandatagani surat dukungan Politik Kepada Bupati dan wakil Bupati, akan turun ke jalan dan menggelar aksi demo besar-besaran.
Aksi ini sebagai tandingan, sebab sebelumnya, Ratusan massa Garda, salah satu pendukung mantan calon Bupati yang dianulir KPUD saat mendaftar waktu itu menggelar aksi demo Di KPUD setempat hingga berujung ricuh.(sebe)
Artikel Lain...
Halaman 2 dari 62

















forum bebas tanpa batas
facebook 
