berita2.com (Mataram): Komando Resort Militer (Korem) 162 Wirabhakti mengerahkan ratusan pasukannya dalam aksi tanam ratusan bibit pohon di kawasan hutan Mareje Bonga, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, NTB, Kamis 16 Desember 2010.
Selain dalam rangka hari jadi pasukan infanteri TNI AD, kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan atas rusaknya hutan setempat akibat pertambangan emas ilegal yang marak sejak sekitar 3 tahun lalu.
Sebanyak 121 ribu lebih bibit terembesi, dadap dan nangka ditanam pihak TNI bersama ratusan warga setempat diatas sekitar 100 hektar lahan kritis. Di Kecamatan Sekotong terdapat lebih dari 10 ribu hektar hutan yang mengalami kerusakan parah, salah satunya diakibatkan oleh adanya praktik tambang emas ilegal.
“Lima tahun lalu kita sudah menanam, hasilnya 80 persen terpelihara. Sekarang kita lakukan lagi,” ungkap Komandan Korem, Kol.Inf. Heru Suryono, kepada wartawan di sela-sela acara.
Heru mengaku prihatin atas rusaknya kawasan hutan tanpa ada tanggung jawab memperbaikinya kembali.
Luas hutan di Lombok Barat mencapai 37 ribu lebih. Di dalamnya terdapat ratusan mata air yang menjadi jantung kehidupan sebagian besar masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Lombok Tengah. Akibat praktik ilegal logging, hutan Lombok Barat menyusut secara drastis.
“Menurut angka tahun 2007 saja terdapat kerusakan 16 ribu hektar. Sekarang sudah bertambah,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Lombok Barat, Lalu Syaiful Arifin, yang juga hadir pada acara itu.
Guna ikut menyukseskan program One Billion Indonesian Trees (OBIT), pihaknya terus melakukan aksi tanam secara berkala. Sebanyak 2 juta lebih bibit ditargetkan bisa ditanam pada tahun 2010 ini. (rai)
















forum bebas tanpa batas
facebook 
