berita-beritadotcom (Mataram, Nusa Tenggara Barat): Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB) rencana akan membangun Pos Pengawasan narkoba di Gili Trawangan yang selama ini dianggap sebagai salah satu lokasi strategis peredaran narkoba di daerah tersebut.
"Saya kira itu merupakan salah satu upaya untuk mempersempit peredaran narkoba," kata H. Ahmad Baharuddin, Kepala BNNP NTB kepada wartawan kemarin saat meninjau persiapan peresmian gedung baru BNNP NTB di Jalur lingkar Selatan Mataram.
Menurut Baharuddin, dengan adanya pos disertai penempatan personil, tidak hanya hanya akan mempersempit ruang peredaran narkoba di Trawangan melainkan juga sekaligus untuk memudahkan pengawasan peredaran narkoba di kawasan wisata lainnya seperti, gili Air, Meno dan sekitarnya.
Trawangan sebutnya, selama ini merupakan salah satu pintu keluar masuk narkoba yang sangat rawan penyelundupan narkoba karena adanya kemudahan akses keluar masuk seperti ke Bali, “Untuk membangun Pos kita harus koordinasikan dengan sejumlah pihak antara lain dengan Pemkab Lombok Utara,” ujar Baharuddin.
Jadi sebutnya, tidak hanya pintu masuk seperti, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Sape maupun Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan akses penerbangan langsung luar negeri seperti ke Singapora yang patut diwaspadai, tetapi juga akses lain seperti gili-gili.
Tentang gedung baru BNNP NTB dibangun di atas lahan seluas lebih dari 23 hektare dengan biaya lebih dari Rp7 Miliar. Terdiri dari dua lantai dengan fasilitas lengkap termasuk diantaranya ruang tahanan laki-laki dan perempuan dengan kapasitas daya tampung masing-masing antara 30 hingga 40
orang.
Gedung BNNP ini mendapat suplai daya listrik dari PLN sebesar 77 ribu watt dan dilengkapi mesin genset pembangkit listrik untuk 100 ribu watt. Sekitar 16 Mei mendatang gedung ini rencana akan diresmikan dan BNNP akan langsung boyongan pindah dari kantor lama di Jl. Udaya Mataram(Ori).
















forum bebas tanpa batas
facebook 
