berita2.com (Sumbawa, NTB): Bangkai pesawat helikopter Airfast yang jatuh di kawasan hutan Elang, Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini belum dievakuasi, namun dijaga karena khawatir dijarah komponennya.
“Dijaga beberapa orang karena di sekitar jalur menuju ke lokasi jatuhnya pesawat merupakan tempat masyarakat mencari rotan,” kata Abubakar, Camat Lenangguar, kepada wartawan Rabu (05/9/2011) yang dihubungi melalui telepon selular dari Mataram.
Karena berada pada lokasi yang sehari-hari sering dijangkau warga Lenangguar untuk mencari rotan sehingga dilakukan penjagaan. Ada sekitar tujuh warga yang menjaga rongsokan pesawat helikopter yang naas tersebut.
Penjagaan dilakukan atas permintaan perusahaan dan Airfast juga rencana akan melakukan investigasi internal sebelum rongsokan helikopter tersebut dievakuasi.
Helikopter tersebut hilang kontak pada Minggu (25/9), sehari kemudian ditemukan terjatuh di lembah Kemilas, kawasan hutan Elang, Desa Dodo Rinti, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa oleh Tim gabungan Badan SAR Nasional – National Search And Rescue Senin (26/9) sekitar pukul 10.45 Wita.
Pilot pesawat, Agus Khaeruddin dan Load Master Ari Palimpung ditemukan dalam keadaan tewas. Evakuasi rencana akan dilakukan melalui jalur darat dari titik jatuhnya di Lembah Kemilas, Desa Lenang menuju Desa Lemurung, Kecamatan Lenangguar dengan waktu tempuh jalan kaki sekitar 4 jam, “Belum jelas kapan evakuasi dilakukan,” ujar Abubakar.
Menurut Abubakar, tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah datang mengecek helikopter ke lokasi pada Kamis lalu.
Sehari sebelum dirinya bersama staf kantor Camat Ropang dan Kapolsek Lenangguar juga sudah mengecek ke lokasi dan mulai saat itu penjagaan dilakukan oleh beberapa orang, “InsyaAllah kami jamin tidak akan ada penjarahan sampai dilakukan evakuasi,” ujar Abubakar.
Camat menggambarkan, kondisi pesawat yang selama ini tidak terungkap ternyata terpecah menjadi beberapa bagian. Tubuh helikopter yang pecah pecah antara lain, bagian ekor pesawat, baling-baling patah, “Tidak ada bekas terbakar dan tidak ada barang-barang karena pesawat memang terbang dalam keadaan kosong,” ujar Abubakar. (Ori).















forum bebas tanpa batas
facebook 
