berita2.com (Mataram, NTB): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memerediksikan tidak akan terjadi lonjakan penumpang secara signifikan pada angkutan laut dan darat terkecuali angkutan udara untuk rute tertentu mengalami sedikit kenaikan pada Lebaran 1432 H mendatang.
Dengan demikian, tidak akan dilakukan penambahan armada kapal ferry yang beroperasi pada lintasan Penyeberangan Lembar (Lombok Barat) - Padangbai (Bali) dan Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) -Poto Tano (Sumbawa).
“Kita tidak melakukan penambahan armada tetapi jumlah trip yang ditambah,” kata Ridwan Syah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada wartawan di Mataram kemarin.
Menurut dia, tidak adanya penambahan armada karena berdasarkan estimasi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang tinggi selain kenaikan sekitar 10 s/d 20% permintaan angkutan darat dan laut, terkecuali angkutan udara diperkirakan mengalami kenaikan hingga 30%.
Kenaikan penumpang pesawat terjadi untuk rute tertentu yakni, Mataram – Surabaya, Mataram – Bima yang bakal mengalami kekurangan seat. “Kekurangan seat terjadi antara lain karena jeleknya kondisi jalan menuju Bima sekarang ini,” kata Ridwan.
Dengan demikian pada lebaran nanti untuk armada kapal ferry pada lintasan Lembar Padangbai tetap akan dioperasikan 20 kapal dengan 24 trip perhari. Kapasitas angkut mencapai 11.600 orang/hari serta 1.160 unit roda dua/hari dan 1.120 unit kendaraan roda empat perhari.
Untuk lintasan Penyeberangan Kayangan – Poto Tano dioperasikan 13 kapal dengan 64 trip/hari dengan kapasitas angkut 16 ribu orang/hari, 1500 unit roda dua/hari dan 1.600 kendaraan roda empat.
Penyeberangan Sape(Kabupaten Bima) – Labuan Bajo, (Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur) akan dilayani dua kapal dengan dua trip/hari, kapasitas 600 orang/hari, 100n unit roda dua dan 50 unti roda empat perhari.
Selanjutnya untuk Penyeberangan Sape – Waikelo, (Sumba Barat Daya, NTT) dioperasikan satu kapal dengan empat trip perhari dengan kapsitas angkut 1.200 orang/minggu, 100 unit roda dua dan 80 unit roda empat perminggu.
Terhadap angkutan darat di wilayah NTB terdiri dari 58 unit bus Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan kapasitas 1.850 seat, sedangkan untuk Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) terdapat 800 unit dengan kapasitas 24 ribu seat. (Ori)
















forum bebas tanpa batas
facebook 
