berita2.com (Palangkaraya, Kalteng ): Ternyata selama Januari 2011, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Palangka Raya Rayon Timur tercatat mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar. Inidi akibat banyak pelanggan PLN menunggak pembayaran, yakni sekitar 6.000 pelanggan.
“Saat ini sudah ada tunggakan Rp2 miliar, dan ini dari 6.000 pelanggan yang ada di Palangka Rayon Timur. Kami akan memberikan sanksi tegas, jika terus menunggak pembayaran,” ucap Manajer ranting Timur Purwanto di ruang kerjanya
Pihaknya akan melakukan penertiban rutin, dan bagi pelanggan yang menunggak satu bulan, akan mulai dilakukan pemutusan sementara. Namun, sebelum dilakukan pemutusan sementara, pihaknya akan memberitahukan pada para pelanggan.
“Jika tetap terjadi pada bulan kedua, kami tetap akan memberlakukan pemutusan sementara. Dan jika tiga bulan tetap menunggak, maka kami akan memberlakukan bongkar rampung, atau pemutusan total,” terangnya.
lanjutnya, salah satu langkah yang diambil oleh pihaknya untuk meminimalisir tunggakan yang terus membengkak adalah, dengan memberlakukan meter listrik prabayar.
rencanannya mulai Maret 2011 nanti akan diterapkan oleh PLN Palangka Raya. “Pemberlakuan meter prabayar dilakukan melalui penyambungan baru.
Sementara bagi pelanggan yang sudah terpasang meter atau KWH (kilo watt hour) pascabayar secara bertahap juga akan diganti meteran prabayar.
Dengan tujuan, selain meminimalisir tunggakan pembayaran pada pelanggan, juga bisa mengontrol penggunaan, sehingga pelanggan lebih mudah. Selain itu, resiko kesalahan membaca meter tidak ada, dan pembayaran cukup melalui ATM,” jelasnya.
bagi pelanggan yang menunggak pembayaran, bisa dilakukan di 20 titik yang disediakan PLN Cabang Palangka Raya, seperti Bank BNI, CV Raya Mulia, Duta, Choy, CV Ayahana, PT Ganesha, ICC Telkom, Puskud, Kalampangan, CV Sinar Elektrik, Salsabila, Arbithama, Nia Hiosnasia, Rental Yoga, Rahmad, PT Pos Indonesia, Kopkar Elektrik, Surya Media, dan Naima Ponsel. (koko)















forum bebas tanpa batas
facebook 
