berita-beritadotcom (Pulang Pisau, Kalteng ): Pengamanan ketat dari piahak kepolisian Polres Pulang Pisau hingga saat ini belum mampu menekan banyaknya antrian panjang aksi para pemburu BBM jenis bensin dan solar.
Bahkan berbagai terobosan yang dilakukan aparat dengan mencatat plat nomor polisi dengan tidak diperkenankan mengisi 2x dalam sehari masih belum mampu menekan antrian panjang disejumlah pangkalan pengisian bahan bakar.
Bahkan hingga hari ini aksi pembelian semakin didominasi para pelangsir, tidak hanya pelansir BBM jenis solar bahkan BBM jenis bensin saat ini lebih diserbu para pelangsir.
Aksi tersebut membuat gerah dari berbagai pihak dan terbukti gubernur kalteng melalui surat edaran memberlakukan pembatasan pembelian bagi kendaraan roda 4 sebesar 100 ribu setiap pengisian dan jenis motor hanya 20 ribu tiap pengisian.
Upaya ini diharapkan akan menekan sulitnya mendapatkan bahan bakar bagi masyarakat umum dan bak gayung bersambut pemerintah daerah bersama unsur TNI, kepolisian, satpol pp kemarin mengadakan pertemuan untuk mencari langkah terbaik masalah antrian panjang dan harga eceran yang diperlakukan sepihak oleh pengecer.
Pemerintah akan menindak lanjuti edaran gubernur secepatnya namun realisasinya akan menunggu pemberlakukan di tingkat propinsi.
H.Fauzi tambang, SH. Selaku kepala dinas perdagangan mengatakan bahwa pemerintah akan bekerjasama dengan berbagai piahak akan menertipkan pengecer dengan memberlakukan ketentuan tarif HET yang telah dipuruskan bersama.
Konsepnya para pwngecer tidak sama antara daerah satu dengan daerah lain dan ini menurutnya akan diatur, diawasi dan di pantau oleh berbagai pihak. (ratman)















forum bebas tanpa batas
facebook 
