berita-beritadotcom (Pulang Pisau, Kalteng): Antrian panjang di sejumlah SPBU kini kondisinya semakin parah, aksi ini ditengadahi faktor harga eceran yang diberlakukan sepihak oleh pihak pengecer yang mencapai 7 hingga 8 ribu rupiah per liter untuk jenis bensin.
Kondisi ini mengundang aksi para pelangsir semakin menjadi jadi untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar di sejumlah SPBU maupun APMS.
Hasil langsiran ini akan ditadahkan ke setiap pengecer baik di kota hingga diwilayah pelosok desa dengan perbandingan harga pembelian di SPBU berkisar 5 hingga 6 ribu perliter sedang pengisian normal hanya dengan harga 4.500 per liter.
Menurut salah seorang pembeli mengatakan bahwa pembatalan kenaikan BBM oleh pemerintah justru akan menambah kesengsaraan panjang bagi masyarakat sebab dibatalkan saja bensin ditingkat pengecer kini harga nya sudah seperti harga kenaikan yang akan diberlakukan pemerintah.
Kondisi ini tentu telah diikuti oleh para pedagang dengan menaikkan barang dagangannya sehingga akan diprediksi jika pemerintah menaikkan harga BBM beberapa bulan lagi maka harga barang akan naik kembali.
Kondisi ini akan semakin membuat keadaan semakin sulit dan tindakan serius dari aparat keamanan untuk membendung kondisi ini tentu akan sulit.
Aparat keamanan kini hanya menjaga situasi SPBU dan APMS dari aksi para pelangsir agar lebih tertib dan bukan menekan aksi para pelangsir untuk menstabilkan harga jual eceran.
Diharapkan kepada semua pihak agar lebih arif mensikapi hal tersebut agar masyarakat tidak menjadi bulan bulanan harga yang semakin melonjak dan disisi lain para pedangan berupaya keras menerapkan harga seenaknya baik SPBU. ApMS dan pelangsir. Ratman
















forum bebas tanpa batas
facebook 
