berita-beritadotcom (Magetan, Jawa Timur): Komisi B DPRD Magetan, Jawa Timur, menemukan dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Sayur bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kamis (14/6/2012).
Menurut Ketua Komisi B, DPRD Magetan, Suratman, selain menemukan dugaan kebocoran PAD pada sektor pengelolaan pasar yang belum diketahui jumlahnya, komisinya juga menerima sekitar 18 poin keluhan yang disampaikan pedagang pada dialog. Mulai dari persaingan dengan pasar modern, tarikan retribusi yang jauh lebih besar dari yang tertera di karcis restribusi serta jasa parkir yang ditarik bayar beberapa kali. Termasuk infrastruktur pasar yang tidak ada pembenahan meski pedagang terhitung rajin membayar retribusi.
Temuan lainya, mulai lahan parkir, mengelupasnya kondisi jalan di dalam pasar, kebocoran talang, rembesan air di MCK hingga tempat pembuangan sampah yang berdekatan dengan los pedagang.
"Semua temuan ini, akan kami tindaklanjuti segera. Dan pekan depan, kami agendakan untuk melakukan dengar pendapat bersama Disperindag, Dishubkominfo serta DPPKAD", terang Suratman, yang juga politisi dari Partai Golkar ini, kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Disperindag Magetan, Venly Tomi Nicholas, mengaku dari hasil dialog dengan pedagang, dirinya mencatat ada sekitar 27 permasalahan yang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya lagi, kompleksitas pesoalan pasar di Magetan cukup menarik perhatian.
"Semua masukan, akan kami jadikan bahan evaluasi. Ini berguna untuk memberikan prioritas mana yang mendesak untuk diperbaiki, dan mana yang harus ada campur tangan pemerintah, serta mana yang bisa dilakukan paguyuban", kata Venly, yang juga mantan Kabag Humas ini, kepada wartawan. (dib).
















forum bebas tanpa batas
facebook 
