berita-beritadotcom (Situbondo,Jawa Timur): Reni Halila Sumiati (15), seorang siswi kelas 9 SMPN 3 Panarukan menghilang sejak berpamitan untuk berangkat sekolah. Dengan berpakaian seragam Pramuka, dia meninggalkan rumahnya menuju ke sekolah yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya.
Dan sejak saat itu, gadis manis yang tinggal bersama kedua orangtuanya di Pemukiman Relokasi Banjir Bandang tersebut tidak pernah kembali.
Tolak Isa (55), ayah Reni berupaya mencari ke rumah teman-teman dekat puterinya namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya Tolak Isa mendatangi Mapolsek Panarukan untuk melaporkan hilangnya puteri pertamanya. Di hadapan penyidik, Tolak memberikan keterangan bahwa Reni Halila Sumiati menghilang hari Sabtu, 28 April 2012 lalu.
Menurut keterangan teman-teman Reni, diketahui bahwa ia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda di luar kebiasaannya. Baik dalam keseharian di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah, bahkan korban jarang keluar rumah jika tidak ada kepentingan. Hal itu dibenarkan oleh Tolak Isa, ayah korban.
“Puteri saya, anaknya polos dan lugu. Dia tidak pernah pacaran ataupun bergaul dengan anak lelaki. Kebanyakan teman-teman bermainnya adalah anak perempuan, di sekolah maupun di rumah. Saya tidak yakin, kalau anak saya lari bersama teman lelakinya,” ujar Tolak kepada berita2.com di kediamannya.
“Sudah satu bulan ini, saya terus mencari keberadaan anak saya, tapi masih belum diketemukan. Saya berharap semoga anak saya masih sehat dan baik-baik saja. Saya sendiri tidak mengerti kenapa dia (Reni,red) mengambil inisiatif pergi dari rumah,” imbuh bapak dua anak tersebut dengan nada sedih.
Kapolsek Panarukan AKP Supadi,SH membenarkan kejadian hilangnya Reni. Dan hingga saat ini polisi masih melacak keberadaan korban. Beberapa keterangan sudah dimintai dari teman-teman dan kerabat dekat korban. Namun didapatkan titik terang dimana korban berada. Kapolsek menghimbau kepada masyarakat, terutama masyarakat Situbondo yang mengetahui keberadaan korban agar segera menginformasikan kepada polisi.
Hal senada juga disampaikan Kanit Reskrim Polsek Panarukan AIPTU Mahrus Salim, SH yang hingga saat ini masih sering berkomunikasi dengan keluarga korban. Di singgung tentang adanya penculikan terhadap korban, polisi tidak memastikannya. Kemungkinan korban melakukannya dengan sukarela atau juga karena bujukan seseorang.(gusti)

















forum bebas tanpa batas
facebook 
