berita-beritadotcom (Madiun, Jawa Timur): Dian (33 tahun), warga Jalan Prajuritan kelurahan Patihan kecamatan Kartoharjo, kota Madiun, Jawa Timur, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di tower selular setinggi 35 meter yang terletak di Jalan Mandiri kelurahan Demangan kecamatan Taman kota Madiun, Sabtu (17/03/2012).
Menurut keterangan beberapa warga sekitar Jalan Mandiri, sebelumnya warga melihat Dian tampak minum kopi di warung dekat tower. Bahkan perempuan muda itu, juga terlihat menelepon seseorang dengan nada marah marah. Usai menelepon, korban menuju tower selular. Padahal tower itu, dikelilingi pagar kawat berduri. Begitu berhasil masuk ke dalam pagar, korban langsung memanjat tower. Kejadian ini, langsung dilaporkan warga ke penjaga tower, Sigit Riyadi.
Bersama warga, Sigit berusaha menenangkan pelaku agar turun dari tower. Namun semakin banyak warga yang mendekat, pelaku kian memanjat.
"Saya dilapori warga jika ada perempuan yang masuk pagar tower dan langsung memanjat. Tapi ketika saya berusaha menenangkan bersama warga, pelaku justru makin naik",terang Sigit kepada wartawan dilokasi kejadian.
Setelah memanjat sekitar 30 menit, tambah Sigit, pelaku nyaris mencapai puncak tower yang tingginya mencapai 45 meter. Rupanya, pelaku sudah siap dengan tali kain yang bakal digunakan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Terbukti, begitu tiba diketinggian sekitar 35 meter, pelaku langsung mengikatkan talinya pada rangka tower. Seterusnya, pelaku yang menggunakan kaos berwarna biru serta celana berwarna coklat, melilitkan tali ke lehernya dan langsung gantung diri.
Puluhan warga yang menyaksikan adegan dramatis dari perempuan nekad itu, sontak berteriak histeris. Bahkan ada yang memalingkan muka sambil menjerit karena tidak tega menyaksikan kejadian tersebut.
"Astaghfirullah, Astaghfirullah, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah...", teriak beberapa warga yang mayoritas kaum ibu sambil menangis.
Hanya selang beberapa menit, pelaku langsung tak bergerak. Petugas Polsek Taman yang dibantu dari Polres Madiun Kota, warga serta pegawai provider operator selular pemilik tower, sedikit kesulitan mengevakuasi jasad pelaku. Baru setelah dua jam, jasad pelaku berhasil diturunkan dan langsung dibawa ke RSUD Sogaten Madiun untuk menjalani otopsi.
Sementara itu menurut sumber tidak resmi, aksi nekad pelaku itu karena ia telah dicerai oleh suaminya beberapa bulan yang lalu. Sementara pelaku, sangat mencintai suaminya. Karena itulah, demi cintanya kepada laki laki yang dicintainya namun telah menceraikannya, pelaku memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Sementara itu menurut Kapolsek Taman, Kompol Burhanudin, kepada wartawan mengatakan jika aksi pelaku yang berniat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, tidak hanya sekali ini saja. Pasalnya, sebelum kejadian yang telah merenggut jiwanya, pelaku sudah pernah melakukan usaha bunuh diri, namun berhasil digagalkan.
"Menurut informasi, pelaku sudah pernah mencoba untuk bunuh diri tahun lalu. Namun berhasil digagalkan petugas dan warga yang mengetahui aksi nekadnya. Dan sekarang betul betul terjadi", terang Kapolsekta Taman, Kompol Burhannudin. (dib).
















forum bebas tanpa batas
facebook 
