berita2.com (Situbondo, Jawa Timur): Sungguh ironis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Situbondo sebagai salah satu ormas Islam yang selalu menyerukan Amar Makruf Nahi Mungkar atau memberantas kemaksiatan, ternyata telah dicederai oleh perbuatan mesum salah satu pengurusnya berinisial Fthr, berbuat mesum di kamar hotel.
Warga Mangaran Situbondo Jawa Timur itu diketahui menjabat sebagai Humas MUI kabupaten Situbondo. Oknum tersebut kepergok petugas di sebuah kamar hotel, diduga kuat ia telah melakukan tindakan asusila dengan perempuan yang bukan muhrimnya.
Perbuatan mesum yang dilakukan oknum pengurus MUI itu terungkap saat digelar Operasi Penyakit Masyarakat ( Pekat ) pada Senin malam (14/11/2011), yang dilakukan Komando Pelaksana Ketertiban Kabupaten (Kopeltibkab) Situbondo yang meliputi Kepolisian, Satpol PP dan TNI.
Sayangya, dalam razia tersebut petugas tebang pilih, hal itu terbukti dengan tindakan petugas yang tidak menciduk oknum pengurus MUI yang juga sebagai salah satu wartawan sebuah media harian itu, meski kepergok berduaan dengan wanita selingkuhannya berinisial Smy, warga kelurahan Mimbaan di kamar hotel.
Meski sempat terjadi perselisihan dengan polisi, yang menghendaki pasangan mesum itu diciduk, namun petugas Satpol PP membiarkan mereka tetap berada di tempat. Dalam penggrebekan di hotel Wisata Indah, petugas hanya menciduk dua pasangan mesum yang berada di kamar lain. Santoso, petugas receptionis Hotel Wisata Indah membenarkan adanya penggerebekan terhadap oknum Pengurus MUI berinisial Fthr tersebut. Diketahui, Fthr kerap kali masuk kamar hotel dengan perempuan yang sama
”Tidak ada KTP nya mas, karena dia (Fthr-red) sudah langganan di hotel ini, saat itu dia check ini di kamar nomer 5. Sedangkan dua pasangan mesum lainnya diciduk di kamar nomer 17 dan 18” terang Santoso “ saya tidak tahu kenapa, penyewa kamar nomer 5 tidak ditangkap petugas. Tanya saja pada Satpol PP” tegasnya lagi.
Perbuatan mesum yang dilakukan oknum pengurus MUI tersebut mengundang reaksi keras sejumlah ulama setempat. salah satunya KH. Abdullah Waqih Gufron yang akrab dipanggil Gus Faqih menyatakan perbuatan oknum Pengurus MUI tersebut sangat mencemari nama baik ormas Islam dan ulama.
”Innalilahi Wainna Ilahi Rajiun... Itu berita duka bagi MUI. Pengurus MUI seharusnya menyerukan kebaikan dan mencegah perbuatan maksiat bukan malah melakukan perbuatan yang dilaknat Allah SWT, pantasnya dia dirajam di tengah alun-alun kota” tegasnya.
Menurut Gus Fakih, perbuatan oknum itu sangat kontradiktif dengan program MUI. Padahal beberapa bulan lalu MUI menyebarkan seruan anti maksiat dengan mengirim surat ke hotel-hotel dan penginapan.
”MUI telah melakukan gebrakan seruan anti maksiat, setiap hotel diberi surat agar tamu hotel yang menginap harus melampirkan KTP dan surat nikah. Tapi ternyata oknum pengurus MUI sendiri yang melakukan maksiat. terus dibawa kemana lembaga ormas MUI itu” imbuh Kyai yang dikenal dekat dengan pers.
Sementara itu Sekretaris MUI, Haji Hamid saat dikonfirmasi memilih menghindar terkait dugaan perbuatam mesum Fthr yang digrebek di sebuah kamar hotel. Saat dihubungi lewat HP nya, Hamid mengaku sibuk dengan alasan masih ada acara. Namun lucunya dia malah kirim SMS berbunyi “Ada wartawan telp saya barusan nanya kepastian berita se situ (maksudnya Fthr), saya bilang msh ada acr. maaf. ” Rupanya Hamid salah kirim SMS, yang seharusnya dikirim ke Fthr malah terkirim pada orang yang baru meneleponnya. (gusti)
















forum bebas tanpa batas
facebook 
