berita-beritadotcom (Madiun, Jawa Timur): Tak terbayangkan dalam benak Heri Pamuji alias Wiji Kancil (45 tahun), warga Jalan Sendang Raya kelurahan Kuncen, kecamatan Taman, kota Madiun, Jawa Timur. Pasalnya, saat hari pernikahannya yang digelar di Wisma Haji kota Madiun Rabu 4 Juni 2012, tamu yang hadir di antaranya seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah/Forpimda (dulu bernama Muspida) kota Madiun.
Mulai dari Walikota Madiun Bambang Irianto, Kapolres Madiun Kota AKBP Adi Derian Jaya Marta, Kepala Kejaksaan Negeri Madiun Ninik Mariyanti serta lainnya.
Wiji Kancil yang mempersunting perempuan pujaannya asal Ponorogo, Sriatun (35 tahun), tidak menyangka jika di hari yang bahagia itu, akan mendapatkan ucapan selamat menempuh hidup baru dari para pembesar eksekutif dan legislatif kota Madiun. Pasalnya, pria bertubuh mungil ini sehari-hari hanya sebagai penjual kopi di bawah pohon bambu di dekat rumahnya.
"Saya tidak menyangka, di hari yang bahagia, saya mendapat ucapan selamat dari orang-orang YESS kota Madiun. Soalnya saya cuma seorang penjual kopi yang penghasilan saya cuma Rp 20 -25 ribu per hari", terang Wiji Kancil, kepada berita2.com, di warungnya yang sederhana, Kamis (5/7/2012).
Diberitakan sebelumnya, Walikota Madiun, Bambang Irianto, menggelar acara pernikahan massal 17 pasang rakyatnya yang hidup satu atap, namun belum tercatat di Kantor Urusan Agama maupun Kantor Kantor Catatan Sipil bagi yang non muslim. Salah satu pasangan yang dinikahkan di Wisma Haji kota Madiun, yakni Wiji Kancil. Acara ini, dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun Ke-94.
Saat sebelum hari 'H' pernikahan, Wiji Kancil mengira jika dirinya akan dinikahkan secara sederhana layaknya orang tidak mampu. Tapi begitu tiba di Wisma Haji, ia kaget. Pasalnya, selain dirias dengan busana yang bagus, ternyata juga dilaksanakan resepsi dengan pesta makan prasmanan. Yang lebih mengejutkan, tamu undangan yang hadir, para pejabat jajaran Forpimda. (dib)

















forum bebas tanpa batas
facebook 
