berita2.com (Ponorogo, Jawa Timur): Tingginya jumlah ibu melahirkan dengan menggunakan Jampersal, membuat Rumah Sakit Umum Dr Hardjono over load. Kondisi ini memaksa Direktur Utama RSUD Dr Hardjono melayangkan surat Kepala Dinas Kesehatan. Yang isinya, agar peran puskesmas lebih ditingkat, hingga para ibu yang melahirkan cukup ditangani di Puskesmas, kecuali untuk proses kelahirkan melalui operasi.
Direktur Utama RSUD DR. Hardjono Ponorogo, Prijo Langgeng mengatakan, surat yang dikirim kepada Kepala Dinas Kesehatan berisi agar Puskesmas dapat menangani proses persalinan dengan sebaik-baiknya. Sehingga, jika tidak dalam keadaan terpaksa, seperti indikasi operasi, sebaiknya ditangani Puskesmas. “Kalau semua ditangani RSUD, dapat menyebabkan over load, seperti kondisi sekarang ini,” lanjutnya, Rabu (21/12/2011).
Dia juga mengatakan, saat ini tersedia 20 bed untuk pasien kelas III atau digunakan untuk pasein melahirkan melalui program Jampersal. Kenyataannya, saat ini jumlah pasein Jampersal dapat mencapai 30 orang. Hingga harud dirawat dilorong-lorong rumah sakit. “Bukannya menolak, tapi pasein dibawa ke RSUD jika benar-benar terdapat indikasi operasi atau kesulitan dalam melahirkan. Namun demikian, jika pasien dating ke RSUD tetap akan diutangani dengan sebaik-baiknya,” terangnya.
Sementara, Kabid Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Kemitraan (PKMK) Dinas Kesehatan, Suhadi Prayitno mengatakan, Direktur RSUD telah mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Kesehatan. Kemudian, Kepala Dinas memberikan surat kepada seluruh Puskemas. Yang isinya, puskesmas diharuskan menolong pasien melahirkan yang menggunakan Jampersal. “Hingga tidak langsung dikirim ke RSUD yang menyebabkan overload. Kecuali dalam kondisi tertentu,” terangnya.
Dia juga mengatakan, selain RSUD DR Hardjono, RSU Aisyiah juga menerima pasien melahirkan menggunkan Jampersal. Walaupun jumlah bednya masih terbatas, sekitar lima bed. Sehingga kedepan, diharapkan rumah sakit lain juga dapat bekerjasama sebagai mitra program Jampersal dan Jankesmas. “Tahun depan jika lancar, RS Muslimat juga sudah menjadi mitra,” tandasnya.
Untuk data persalainan, kembali Suhadi Prayitno mengatakan, untuk persalinan normal dari bulan Mei hingga Desember 2011, terdapat 2854 pasein. Untuk rujuk RSUD terdapat 554 pasien. Dari jumlah itu, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sekitar 1,19 Milyard. Untuk wilayah jumlah persalinan terbesar terjadi di kecamatan Ngrayun. Sebesar 275 persalinan normal dan 33 rujuk RSUD. Selanjutnya, kecamatan Slahung dengan 154 persalinan normal dan rujuk RSUD 39 pasein. (lihat Grafis) “Selanjutnya kecamatan Balong dengan jumlah persalinan normal 148 dan rujuk RSUD 42,” pungkasnya.(ded)
|
Peringkat |
Wilayah Kecamatan |
Jumlah Persalinan |
|
|
Normal |
Rujuk RSUD |
||
|
1 |
Ngrayun |
275 |
33 |
|
2 |
Slahung |
154 |
39 |
|
3 |
Balong |
148 |
42 |
|
4 |
Pulung |
152 |
18 |
|
5 |
Badegan |
159 |
6 |
Sumber : Dinas Kesehatan

















forum bebas tanpa batas
facebook 
