berita-beritadotcom (Subang, Jawa Barat): Akibat pihak management Pabrik Garmen PT Kwanglim YH Indah, tidak memperkerjakan warga sekitar. Puluhan warga Desa Gembor Kecamatan Pagaden Subang ngamuk,sambil menggedor pintu gerbang perusahaan itu.
Bukan itu saja karena massa yang terdiri dari anggota Karang Taruna, tokoh masyararakat dari berbagai kampung di desa Gembor marah,sehingga sempat membakar ban bekas dalam aksi demo, Kamis siang (28/06/2012).
Sebelumnya, puluhan massa dari desa Gembor itu jam 10:00 secara bergerombol dengan menggunakan motor datang kemudian berkumpul dan menyampaikan orasi didepan pintu masuk perusahaan itu.
Dalam aksinya,mereka menuntut janji pihak perusahaan yang sebelumnya akan memperkerjakan penduduk setempat.Namun hingga saat ini sudah 5 bulan berjalan tidak merealisasikan tenaga pekerja dari wilayah desa
setempat, ujar Bedi saat menyampaikan orasinya.
Selain itu menurut Bedi didampingi para tokoh desa itu yaitu Omod dkk, serta Tatang Katro Ketua Karang Taruna dengan mengungkap selain ingkar janji, pihak perusahaan juga bertindak sepihak dalam mengeluarkan pekerja. "Mana itu pa Oto, Direktur PT Kwanglim YH Indah, mana Bos dari Korea keluar," ujar Bedi warga Haniwung, Desa Gembor.
"Kita sudah bosan dengan janji janji pikak perusahaan dimana saat pertemuan dengan pihak desa, management PT Kwanglim YH Indah, semula akan memperkerjakan karyawan asal desa Gembor tapi realisasinya tidak
ada," ungkap Omod tokoh masyarakat.
Sementara itu warga lainnya yaitu menyayangkan dengan adanya tindakan kasar dari beberapa pengawas pabrik dari korea yang terlalu keras terhadap buruh pabrik.
"Kami datang ke sini bukan mau minta japrem (jatah preman) tapi kami membela hak-hak masyarakat kami kenapa pihak pabrik ingkar janji, katanya mau mempekerjakan warga desa kami, tapi baru satu dua yang
kerja sudah dikeluarkan sepihak tanpa alasan."
Saat rencana membangun pabrik, pihak perusahaan berjanji akan mengutamakan warga sekitar , tapi nyatanya tidak ada .Selain itu kordinasi dengan pihak karang taruna juga tidak ada, ungkap Tatang Katro Ketua
Karang Taruna Desa Gembor.
Pintu gembang perusahaan akhirnya dibuka, para pengunjukrasa diterima Paturohman, salah seorang pimpinan di bagian HRD, dengan pengawalan ketat dari kepolisian dan koramil pagaden akhirnya perwakilan massa
diterima, masuk ke dalam pabrik untuk musyawarah, namun karena perwakilan pengunjukrasa tidak mau bermusyawarah dengan HRD, karena bukan pengambil kebijakan di perusahaan itu, warha menginginan untuk
bertemu dengan pihak pengusaha Korea.
Sementara, apa yang terjadi diluar, massa terurus berdatangan dan menggedor-gedor pintu masuk, bahkan akibat mengungkapkan kekesalan mereka sempat membakar beberapa ban bekas.
Kapolsek Pagaden AKP A Mulyana didampingi beberapa anggotanya saat berada didalam pabrik bermusyawarah dengan utusan pengunjukrasa, mengaku menerima telepon dari Oto, direktur perusahaan itu bahwa pihaknya dan pihak pengusaha Korea bersedia hadir pada jam 17:00 wib, karena pimpinan perusahaan itu sedang tidak ada di sini, ujar Kapolsek.
Akhirnya setelah mendapat dapatkan penjelasan itu, perwakilan massa kemudian keluar dan akhirnya para pengunjuk rasa membubarkan diri dan akan datang kembali Kamis sore pukul 17:00 wib untuk melanjutkan
agenda pertemuan dengan pihak perusahaan.(adang)















forum bebas tanpa batas
facebook 
