berita-beritadotcom (Cirebon, Jawa Barat): Ada-ada saja, belum juga seratus hari kerja, Walikota Cirebon, Drs H Ano Sutrisno MM meradang setelah mendengar foto dirinya dan Wakil Walikota Cirebon beredar di jual aktivis PGRI Kota Cirebon.
Sumber di lapangan menguatkan memang benar jika Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon Djodjo Sutardjo diduga menjual foto wali kota dan wakil wali kota Cirebon ke sekolah-sekolah. Selain harganya mahal, foto yang dijual pun menyalahi aturan baku tentang foto kepala daerah yang dipasang untuk instansi.
Berdasarkan data yang yang ada, sejumlah sekolah di Kota Cirebon telah membeli sepasang foto wali kota dan wakil wali kota Cirebon. Foto berukuran sekitar 40 cm x 60 cm bergambar Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno dan wakilnya, Nasrudin Azis berlatar belakang batik Cirebon. Sepasang foto tersebut dijual seharga Rp 750 ribu. Foto-foto tersebut diduga beredar luas di sejumlah sekolah dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Kota Cirebon Karnadi mengakui, pihaknya juga mendapatkan tawaran untuk membeli sepasang foto wali kota dan wakil wali kota Cirebon dari Ketua PGRI Kota Cirebon. "Tapi saya sudah sampaikan minta maaf ke Pak Djojo karena tidak bisa mengambilnya," katanya.
Menurut dia, pihaknya tidak membeli foto dari Ketua PGRI Kota Cirebon karena sudah mendapatkan foto dari Pemkot Cirebon. Foto tersebut menurut Karnadi dianggap lebih memenuhi kriteria karena berlatarbelakang bendera merah putih, sesuai dengan aturan yang ada.
Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno, saat dikonfirmasi menegaskan ia sudah memerintahkan Ketua PGRI Kota Cirebon untuk menarik semua peredaran foto dirinya dan wakil wali kota dari sekolah. "Uangnya pun harus dikembalikan. Jangan nama saya dijual seperti ini," katanya.
Sementara itu, Djodjo Sutardjo yang dikonfirmasi mengaku siap diberi sanksi, terkait dengan hal itu. Menurut Djodjo yang juga Kepala SMPN 2 Cirebon, kejadian sebenarnya bermula menjelang ujian ujian nasional (UN) lalu. "Kami di SMPN 2 menyiapkan foto Pak Ano dan Pak Azis sebagai bentuk penghormatan kepada beliau barangkali meninjau ke SMPN 2. Foto itu dipasang di ruang saya," katanya. (din)















forum bebas tanpa batas
facebook 
