berita2.com (Gorontalo): Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo Muhajir Abdullah menilai program Kredit Usaha Rakyat yang sudah digulirkan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kini hanya menjadi beban pelaku usaha kecil menengah.
Di Kota Gorontalo, belakangan keberadaan KUR dianggap menjadi tidak efesien dalam mengatasi persoalan bantuan dana usaha kecil. Tingginya suku bunga pertahun berkisar 22 persen dan persyaratan anggunan yang sebelumnya tidak dibebani menjadi momok menakutkan. Padahal kata Muhajir jika dibandingkan dengan suku bunga perkreditan lainya hanya berkisar 13 sampai 14 persen.
"Ironis memang ketika fasilitas perkreditan lainya yang rata-rata untuk pengusaha besar berkisar 13 sampai 14 persen pertahun, sementara suku bunga KUR menjadi beban pelaku usaha.Karen itu jangan heran jika KUR di Gorontalo menjadi beban pengusaha kecil, "Kata Muhajir.Selasa (9/8/2011)
Menurutnya, suku bunga KUR di Gorontalo jika dibandingkan daerah Sumatera sangat berbedah jauh. "Daerah tersebut justru dapat memberikan fasilitas kredit kepada usaha mikro dengan bunga terbilang rendah yakni 6 persen, " jelas Muhajir.
Sebelumnya, pihak Komisi B sudah melakukan pertemuan bersama pihak perbankan. Dalam pertemuan itu dibicarakan persoalan penanganan penyaluran KUR.
"Pihak Bank Indonesia Cabang Gorontalo mengakui jika realisasi penyaluran KUR baru berkisar Rp50 miliar. Ini disebabkan masih banyaknya kendala yang dialami pihak BI," kata Muhajir Abdullah, Jumat (24/06).
Kendala lainya kata Muhajir, kelengkapan adminstrasi dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dibank penyalur. "Misalnya, waktu pengurusan yang seharusnya bisa lima hari kini tertunda menjadi 3-4 bulan dan ini menurut pihak perbankan disebabkan keterbatasan personil," jelasnya.
Parahnya lagi menurut Muhajir, penyaluran KUR masih terfokus pada satu bank. Padahal bank-bank penyalur jumlahnya cukup banyak. "Penyalurannya lebih terkonsentrasi ke BRI. Bayangkan ada berkisar 2.000 pengusul KUR yang harus ditangani BRI. Karena itu saya menyarankan agar penyaluran KUR ini perlu merata ke bank-bank lainya, dan harapan saya pihak BI bisa mere-sponnya. (Nur)















forum bebas tanpa batas
facebook 
