berita2.com (Pandeglang): Seorang pemuda di Pandeglang, Banten, hidup dengan kedua tangan dan kaki diikat dengan rantai berukuran besar, dan diasingkan oleh kelaurganya di luar rumah, sejak 2 tahun yang lalu.
Oman (27) anak kelima pasangan Junaedi, dan Unah, warga desa Majasari, kecamatan Pandeglang, Pandeglang Banten ini, terpaksa hidup dengan segala keterbatansan. Bagaimana tidak, kedua tangannya diikat dengan menggunakan rantai berukuran besar. Tidak hanya itu, kaki sebelah kanan Oman pun diikat, sehingga ia hanya bisa berpindah sejauh 1 meter dari gubug yang kini menjadi tempat tinggalnya.
Meskipun merasa kasihan, namun pihak keluarga Oman mengaku terpaksa mengasingkan dan mengikat kedua tangan dan kakinya, sejak Oman mengalami ganggguan kejiwaan. Ia mengalami gangguan jiwa, setelah ia berhenti dari pekerjaannya di daerah Ancol Jakarta.
Sejak mengalami gangguan kejiwaann, tingkah laku Oman manjadi kasar. Ia sering mengamuk dan merusak perabotan rumah sehingga kedua orang tuanya terpaska mengasingkannya. Meskipun kedua tangan dan kakinya telah diikat, namun Oman masih sering mengamuk dengan melempari rumahnya dengan batu.
pihak keluarga Oman sebenarnya telah banyak berusaha untuk kesembuhan anaknya tersebut, namun puluhan orang pintar atau paranormal yang telah didatangi oleh pihak keluarga Oman belum membuat Oman kembali seperti semula. Orang tua Oman belum membawa anakanya tersebut ke rumah sakit, karena alasan keterbatasan biaya.
Kedua orang tua Oman juga belum tahu, sampai kapan akan mengikat tangan dan kaki Oman dengan menggunkan rantai. Keluarga ini sangat mengharapkan adanya bantuan dari berbagai pihak agar bisa membasa Oman ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan yang layak, mereka juga sangat menginginkan agar Oman bisa kembali seperti semula.(noe)
Banten
2 Tahun Hidup Dengan Tangan dan Kaki Dirantai
Dua Tersangka Perampok Truk Diringkus
berita2.com (Serang): Hati-hatilah bila kita beristirahat di peristirahatan jalan tol, karena Dua tersangka dari empat pelaku perampokan yang buron selama empat bulan ini, kerap beraksi di jalan tol Tangerang-Merak. Rohmat alias Doyok, (35), dan Sairan alias Slank, (25), warga Kampung Silagung, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, dua tersangka tersebut diringkus petugas Reskrim Polres Serang ditempat persembunyiannya di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/11) pagi.
Tersangka kabur setelah merampok truk tronton B 8122 UEH bermuatan bahan tekstil senilai ratusan juta rupiah di rest area KM 68, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Dari kedua tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa pisau cutter, dongkrak serta 1 unit Avanza B 1478 NFN. Setelah merampok para pelaku yang mengendarai Avanza kabur ke arah Jakarta dan menyerahkan mobil rentalan itu kepada pemiliknya. Setelah menyerahkan mobil, keempat tersangka kabur ke Purwokerto. Karena tidak betah, dua pelaku pulang ke Parung Panjang dan ditangkap petugas.
AKP Doni Hadi Santoso Kasat Reskrim Polres Serang, mengatakan terungkapnya kasus perampokan yang terjadi pada Kamis (22/7) itu, berawal dari keterangan Rahmat Hidayat, 33, dan Firman, 20, karyawan PT Sinar Transindo Mitra Abadi yang dirampok saat beristirahat di rest area KM 68. Kedua awak truk ini sempat dilarikan ke ruang UGS RS Sari Asih, Kota Serang, karena menderita luka sayatan cutter serta luka pukulan besi dongkrak disekujur tubuh. “Sebelum jatuh pingsan, korban sempat mencatat identitas kendaraan Avanza warnah merah yang ditumpangi para pelaku,” terang AKP Doni.
Dari keterangan awak truk, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui identitas pemilik kendaraan. Saat menyambangi pemilik kendaraan ternyata, kendaraan Avanza itu pernah disewakan kepada pelaku. Setelah mendapatkan alamat tersangka, petugas segera melakukan penyergapan namun baru Senin (15/11) pukul 06:00, dua tersangka berhasil ditangkap. ”Bahkan kami masih melakukan pengejaran terhadap dua teman tersangka yang masih buron, dan kami sudah mengetahui identitasnya:"ujar Kasat. (Sew)
Cuaca Buruk, Harga Sembako Naik
berita2.com (Cilegon): Harga-harga sembilan bahan pokok di beberapa pasar tradisional di Kota Cilegon dalam beberapa hari ini terus merangkak naik. Selain mendekati hari raya Idul Adha, banyaknya petani yang mengalami gagal panen akibat cuaca buruk ditengarai menjadi penyebabnya.
Di Pasar Kranggot, harga minyak goreng curah naik tajam dari sebelumnya Rp 8.500 per kg kini menjadi Rp 10.000 per kg. Begitu juga harga telur yang sebelumnya Rp 14.000 per kg menjadi Rp 16.000 per kg.
Sementara harga gula naik dari sebelumnya Rp 10.000 per kg menjadi Rp 14.000 per kg. Untuk harga beras naik bervariasi, beras C4 dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.000 dan beras IR dari Rp 7.000 menjadi Rp 11.000.
Kenaikan juga terjadi pada harga sayuran, bumbu, dan daging. Di Pasar Kelapa Tujuh, harga cabai kriting naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 24.000. Begitu juga cabai hijau dan cabai rawit yang naik masing-masing Rp 2000 dari harga sebelumnya. Sedang harga tomat, sebelumnya Rp 7.000 menjadi Rp 8.000.
Di Pasar Baru Merak, harga daging ayam naik dari Rp 15.000 per kg menjadi Rp 16.000 per kg. Untuk per ekornya pun naik, dari Rp 22.000 kini menjadi Rp 24.000 per ekornya. “Harga daging kerbau juga mulai naik, sebelumnya Rp 60.000 sekarang jadi Rp 70.000,” kata Kodir, salah satu pedagang daging di Pasar Baru Merak, Minggu (14/11/2010).
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga tidak lepas dari ulah para distributor yang memainkan harga. “Kenaikan yang sekarang sih belum seberapa dibandingkan Lebaran Idul Fitri. Cabai saja saat itu sempat mencapai Rp 40.000,” kata Maemunah, pedagang sayuran di Pasar Kelapa Tujuh.
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Cilegon menenggarai, cuaca buruk sangat memengaruhi kenaikan harga sembako dan sayuran. Untuk beras, kenaikan harga terjadi lantaran banyak petani yang gagal panen di Karawang. “Harga bawang juga tidak stabil. Karena cuaca buruk, bawang mudah membusuk saat disimpan di gudang. Bahkan harga kentang ikut-ikutan naik, karena kentang di kita berasal dari Dieng, Banjarnegara, yang kini mengalami musibah meletusnya Gunung Merapi,” kata Sekretaris Disperindagkop Junaedi Baqo.
Pihaknya mengaku akan menyiapkan operasi pasar jika harga-harga melambung di luar batas normal. “Kita akan memperketat pengawasan. Jika memang harga sudah melambung terlalu tinggi, kita akan lakukan operasi pasar,” ungkapnya. (indra)
Anak Krakatau Meletus Minggu Dini Hari
berita2.com (Anyar): Sedikitnya ratusan warga Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Minggu (14/11/10) dini hari, dikejutkan oleh suara letusan keras sebanyak tiga kali yang diduga dikeluarkan dari perut Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Warga sangat yakin, kalau letusan itu dari Gunung Anak Krakatau, dan saya dengar sendiri letusan itu sebanyak tiga kali," kata Mumut, salah seorang warga Cikoneng, Anyer.
Dia menjelaskan, letusan keras pertama kali terdengar pada pukul 01. 25 WIB dini hari. "Suara letusannya memang tidak berturut-turut, ada jeda beberapa menit, kemudian meletus lagi, sampai tiga kali," katanya menambahkan.
Saat mendengar letusan GAK tersebut, ia langsung membangunkan suami dan anak-anaknya yang sedang tertidur lelap. "Saya sekeluarga sempat, berniat mengungsi, tetapi kata suami, letusan Krakatau tidak membahayakan warga Anyer, karena jaraknya jauh," katanya.
Senada diungkapkan salah seorang nelayan Paku, Anyer, Sarmidi. Menurut dia, letusan yang berasal dari krakatau sangat jelas terdengar di telinganya.
"Saya langsung bangun, saat mendengar letusan itu, dan sampai sekarang kami masih was-was, takut ada tsunami," katanya menambahkan.
Sebenarnya, masih menurut Sarmidi, ia beserta istri dan tiga orang anaknya ingin pulang kampung ke Pekalongan, Jawa Tengah. Tetapi rencanan itu tidak mendapatkan izin dari istrinya.
"Saya sih kepengennya pindah saja ke kampung saya di Jawa, tapi istri saya tidak mengizinkan, karena di kampung sulit makan, jadi lebih baik tinggal sebagai nelayan di Anyer, daripada pulang kampung ke Jawa, tapi susah makan," katanya.
Sementara itu, seperti dikutip kompas.com, Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton S Pambudi menjelaskan, sampai saat ini status GAK masih level II atau ’waspada’.
"Memang selama ini kegempaan terus meningkat, dan pada hari Jumat lalu jumlah kegempaan mendekati angka 1.000 kali atau persisnya 933 kali, dan ini tidak berbahaya, sepanjang warga tidak mendekat pada jarak radius dua kilometer dari lokasi," kata Anton.
Nasi Bakar Sumsum Tulang Sapi, Makanan Unik
berita2.com (Serang): Jika anda datang ke banten tepatnya ke kota Serang, mampirlah sejenak kebeberapa kedai yang menjajakan nasi bakar sumsum tulang sapi. Makanan khas kota serang ini digemari warga bahkan banyak di pesan warga Jakarta dan Bandung. Nasi yang di hidangkan dengan hati sapi ini menjadi terasa nikmat jika di santap dengan otak-otak ikan.
Rempah-rempah yang di adukkan kedalam nasi lalu di campur bersama adonan bumbu dan sumsum tulang sapi terus di bungkus di salah satu rumah warga di keluarahan lopang,kota serang.
Di sinilah proses pembuatan nasi bakar Sumsum. Nasi sumsum ini dikenal luas oleh warga banten, bahkan warga Jakarta, bandung, bekasi dan lampung banyak yang memburu nasi bakar sumsum tulang khas banten ini.
Bumbu dapur yang di oleh menjadi bahan seperti sambal, adalah campuran bawang merah, cabe, bawang putih dan lain-lain. Pembungkusan nasi yang di lakukan di rumah tersebut, langsung di bawa ke tempat mangkal yang tersebar di kota serang. Biasanya menjalang magrib warung sudah di penuhi pemesan.
Nasi sumsum tulang tersebut terasa klop disantap bersamaan dengan empal otot, dan otak-otak ikan. Menurut ramli, pedagang nasi sumsum tersebut,dalam sehari iya bisa menghabiskan nasi sumsum sebanyak 200 bungkus.
“Itu hanya 3 jam saja”. Nasi sumsum bakar tulang sapi ini biasa di makan saat panas, aroma sumsum tulang pun menyerebak, sedangkan menurut reni pembeli nasi sumsum, mengaku untuk harga tidak sampai membobol kantong saku dirinya, ujar reni, ( sambil tertawa), satu porsi nasi sumsum tiga bungkus, 1 bungkus dihargai 3000 rupiah. sedangkan dengan daging empal hanya 25 ribu saja.(Sew)
Artikel Lain...
Halaman 6 dari 7
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- Berikutnya
- Akhir
- »
















forum bebas tanpa batas
facebook 
