berita-beritadotcom (Purwakarta, Jawa Barat): Sebanyak 54 orang Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang terdiri dari 50 laki-laki dan 4 orang perempuan, dari 5 kecamatan, meliputi Purwakarta, Campaka, Cibatu, Bungursari, Babakan Cikao, dan Sukasari. Jum'at (08/02) di Graha Arjuna Hotel Intan Purwakarta, mereka mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan Panwaslu Kabupaten Purwakarta.
Acara yang dimulai pukul 14. 00 wib tersebut, dibuka secara resmi oleh anggota Panwaslu Kabupaten Koordinator Divisi Pengawasan, Hedi Hidayat, S. Ag, S. Pd. Ketua Panwaskab, Didin Syafrudin, S. Ag, tidak hadir karena harus menghadiri rapat Koordinasi.
Dalam sambutannya Hedi mengharapkan, PPL berperan lebih aktif lagi. Karena, sebagai ujung tombak pengawasan pemilu sangat penting. Dan iapun memohon ma'af, karena seharusnya Ketua yang membuka acara itu. (TM)
Banten
54 orang ikuti bimbingan teknis KPU
Siswi SMP diperkosa tetangga

berita2.com (Serang, Banten): Gadis berusia 15 tahun, siswi kelas 3 SMP diajak jalan-jalan ke pantai oleh teman prianya bernama Rob (27 tahun). Belum sampai pantai, dia diajak ke rumah Rob, lalu masuk ke kamarnya, dinaikan ke ranjang dan dibuka bajunya. Lalu Rob goyang-goyang di atas badan gadis itu.
Ia telah disetubuhi secara paksa alias diperkosa. Aib yang menimpa siswi kelas 3 SMP ini terjadi Minggu (13/11/2011) sekitar pukul 11:00 WIB tapi baru Senin 26 Desember 2011 dilaporkan ke pihak kepolisian oleh keluarganya.
Tersangka yang juga tetangganya itu, sebelumnya menjanjikan korban akan mengajak jalan-jalan ke pantai. Karena tak curiga, korban yang sudah saling kenal dengan tersangka menuruti ajakan main. Korban dijemput tersangka dari rumahnya di Waringinkurung menggunakan sepeda motor.
Namun Rob tidak langsung pergi ke tempat yang dijanjikan, tersangka malah membawa korban ke rumah tersangka. “Dia bilang pulang dulu untuk mempersiapkan barang-barang keperluan di pantai,” katanya dalam laporannya di Mapolres Serang.
Korban tidak curiga dengan gerak-gerik pemuda kenalannya ini. Setiba di rumahnya, tersangka memaksa korban masuk ke rumahnya yang pada saat itu dalam keadaan sepi. Setelah berada di, korban selanjutnya dipaksa masuk ke kamar tersangka.
Di kamar inilah, tersangka dengan buas melucuti pakaian korban dan memperkosanya. Puas melampiaskan nafsu binatangnya, tersangka bukannya membawa main ke pantai malah mengantarkan korban ke rumahnya.
Peristiwa itu terbongkar karena gadis lugu terlihat murung setiap harinya. Karena curiga orang tua korban beberapa kali meminta agar anak gadisnya terus terang. Mendengar penuturan dari anak gadisnya, keluarga korban tak terima. Setelah musyawarah dengan keluarga tersangka buntu, akhirnya kasus dugaan perkosaan ini dilaporkan ke Mapolres Serang.
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Doni Hadi Santoso ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. Kata AKP Doni, tersangka ditangkap di rumah kerabatnya di Kampung Tanggul, Kelurahaan Cimuncang, Kota Serang. “Sejauh ini tersangka masih dalam pemeriksaan. Jika nanti terbukti, tersangka akan dijerat UU Perlindungan Anak dikarenakan korbannya masih dibawah umur,” ujar Kasat Reskrim, Senin (26/12/2011)
Wahidin Halim Salip Ratu Atut

berita2.com (Tangerang): Perhitungan cepat hari pertama pada 22 Oktober 2011 pemilihan Gubernur Banten, pasangan Ratu Atut-Rana Karno unggul, tapi pada hari kedua 23 Oktober 2011 perolehan suara pasangan Wahidin Halim-Irna menyalip angka Ratu Atut-Rano karno
Hingga pukul 13.00 WIB, hasil penghitungan cepat (quick count) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Banten periode 2012 - 2017 lembaga survei Akurat Survei Indonesia (ASI) menunjukkan pasangan nomor urut 2, Wahidin Halim dan Irna Narulita Dimyati unggul dibandingkan dua pesaingnya.
Pasangan nomor urut 1, Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno, mendapat 670.608 atau 41,70 persen suara.
Wahidin Halim dan Irna Narulita Dimyati sebagai pasangan nomor dua memperoleh 785.730 suara atau 48,86 persen.
Pasangan nomor urut 3, Jazuli Juwaini dan Makmun Muzakki, memperoleh 151.876 suara atau 9,44 persen.
Jumlah suara sah sebanyak 1.608.527 atau 38.03 persen. Jumlah tersebut dikumpulkan dari 6399 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Provinsi Banten.
Pada perhitungan cepat hari pertama perolehan suara Ratu Atut-Rano Karno unggul. Dalam siaran persnya pada Sabtu 22 Oktober 2011 malam, Ketua Tim Pemenangan pasangan Atut-Rano, Ebi Djauhari, mengatakan dari hasil perhitungan cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan TVOne, sebanyak 50,3 persen suara diperoleh pasangan nomor urut satu. Adapun nomor urut dua ditempati Wahidin Halim-Irna Narulita 38,8 persen dan nomor urut tiga diisi Jazuli Juwaini-Muzaki dengan 11,89 persen suara.
"Hasil quick count tiga lembaga survei itu cukup meyakinkan kepada kami bahwa pasangan nomor urut satu menang. Namun demikian, ini hanya hasil penghitungan cepat yang dilakukan tiga lembaga survei," kata Ebi Djauhari dalam siaran persnya.
Selain itu, lembaga survei Konsultan Citra Indonesia (KCI) yang bekerja sama dengan LSI juga mengklaim Ratu Atut-Rano Karno menempati peringkat pertama dengan perolehan 50,36 persen suara, disusul Wahidin Halim-Irna Narulita 37,98 persen, dan Jazuli Juwaini-Muzaki dengan 11,66 persen. "Hasil survei diambil dari sampel 300 TPS di delapan kabupaten/kota," kata Ebi Djauhari.
Ratu Atut Menang di Quick Count
berita2.com (Serang, Banten): Cagub/cawagub Banten nomor urut satu Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno menang dengan rata-rata perolehan 50 persen suara. Klaim yang dilontarkan tim sukses itu didasarkan pada quick count yang dilakukan tiga lembaga survei.
Dalam siaran persnya pada Sabtu 22 Oktober 2011 malam, Ketua Tim Pemenangan pasangan Atut-Rano, Ebi Djauhari, mengatakan dari hasil perhitungan cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan TVOne, sebanyak 50,3 persen suara diperoleh pasangan nomor urut satu. Adapun nomor urut dua ditempati Wahidin Halim-Irna Narulita 38,8 persen dan nomor urut tiga diisi Jazuli Juwaini-Muzaki dengan 11,89 persen suara.
"Hasil quick count tiga lembaga survei itu cukup meyakinkan kepada kami bahwa pasangan nomor urut satu menang. Namun demikian, ini hanya hasil penghitungan cepat yang dilakukan tiga lembaga survei," kata Ebi Djauhari dalam siaran persnya.
Selain itu, lembaga survei Konsultan Citra Indonesia (KCI) yang bekerja sama dengan LSI juga mengklaim Ratu Atut-Rano Karno menempati peringkat pertama dengan perolehan 50,36 persen suara, disusul Wahidin Halim-Irna Narulita 37,98 persen, dan Jazuli Juwaini-Muzaki dengan 11,66 persen. "Hasil survei diambil dari sampel 300 TPS di delapan kabupaten/kota," kata Ebi Djauhari.
KPK Diminta Periksa Ratu Atut
berita2.com (Jakarta): Sejumlah pengunjuk rasa yang menamakan dirinya Forum Solidaritas Mahasiswa Banten 2011 (F-SMB’11) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta KPK memeriksa Ratu Atut.
Mereka menuntut Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang terindikasi korupsi terkait dengan Program Dana Hibah Banten 2011 sebesar Rp340 miliar dan Dana Bansos sebesar Rp51 miliar untuk diperiksa KPK.
“Kami minta KPK tidak tembang pilih dalam mengusut kasus korupsi,” kata seorang pendemo dalam orasinya, Senin (17/10).
Pendemo dalam rilisnya mengatakan Ratu Atut Chosiyah yang terindikasi korupsi karena kata mereka yang menerima dana bantuan tidak jelas.
Menurut pendemo lembaga penerima hibah fiktif, lembaga penerima hibah yang memiliki alamat saman, aliran dana ke lembaga yang dipimpin keluarga Gubernur, dana hibah tidak utuh dan sebagian besar penerima bantuan sosial tidak jelas.
“Untuk itu, kepada KPK agar memeriksa dan menangkap, mengadili Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Mendesak kepada KPK agar turun ke Banten,” kata pedemo dengan suara lantang.
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 7
















forum bebas tanpa batas
facebook 
